Ini kunjungan pertama Anda? Baca dulu laman Bantuan!
x

legawa atau legowo? Tepatkah memakai kata tsb walau tidak ada/belum masuk di KBBI?

0 suara
448 tayangan ditanyakan 18 Des 2012 oleh Tanja Bahasa

2 Jawaban

0 suara
Keduanya benar. Selama sesuai maknanya, tepat saja bila hendak digunakan.
dijawab 18 Des 2012 oleh rinurbad
0 suara

Tidak tepat, karena kata tersebut bukanlah kata asli bahasa Melayu/Indonesia, melainkan kata dalam bahasa Jawa. Padanan kata tersebut adalah "rela" atau "ikhlas".

Menurut saya, kita harus sebisa mungkin menghindari penyerapan dan penggunaan kata dari bahasa asing (termasuk bahasa daerah). Kaidah utama penyerapan kata seharusnya ialah tidak menyerap kata yang memiliki padanan atau dapat dengan mudah dibuat padanannya.

Jangan berprasangka keliru. Saya seorang penutur asli bahasa Jawa, namun saya selalu berhati-hati untuk tidak menyisipkan kata-kata seperti "nggak", "banget", "kayak", "gede", menggunakan kata yang disengaukan tanpa memberi awalan me- (seperti "mikir", "nyuci", "ngerjain"), dan sebagainya yang merupakan pengaruh dari bahasa Jawa (melalui bahasa Betawi). Menurut saya, jika suatu penutur bahasa senantiasa meniru unsur-unsur bahasa lain, maka bahasa tersebut akan kehilangan keunikannya, apalagi ketika jelas-jelas sudah terdapat padanan yang tepat bagi unsur-unsur asing tersebut.

Begitu pula ketika saya berbahasa Jawa. Saya berusaha menghindari kata-kata yang berasal dari bahasa Indonesia, bahkan seringkali lebih menyukai padanan bahasa asingnya (misalnya link alih-alih tautan). Ketika saya berbahasa Jawa, saya menggunakan hampir seluruh contoh yang telah saya sebutkan. Bahasa berkaitan erat dengan jati diri, dan dasar dari bahasa Indonesia adalah bahasa Melayu.

Walaupun begitu, terkadang sejarah manusia tidak selalu menghasilkan pernyataan hitam dan putih. Contoh-contoh yang telah saya sebutkan tadi merupakan bentuk yang diterima oleh masyarakat Jakarta karena pengaruh bahasa Betawi. Bentuk-bentuk tersebut sudah menjadi jati diri masyarakat Jakarta. Mengatakan bahwa bentuk-bentuk tersebut semata-mata terlarang tanpa mengusut konteksnya tentu dapat menimbulkan perselisihan.

dijawab 9 Agu oleh Dzaky El Fikri
...